Cara Menghitung Jodoh Weton Menurut Primbon Jawa, Lengkap dengan Contoh
Cara menghitung jodoh weton menurut primbon Jawa adalah menjumlahkan neptu weton kedua calon, membaginya dengan delapan, lalu membaca sisanya. Sisa 1 disebut Pegat, 2 Ratu, 3 Jodoh, 4 Topo, 5 Tinari, 6 Padu, 7 Sujanan, dan 0 Pesthi. Hasilnya dipakai sebagai bahan pertimbangan keluarga, bukan vonis.
- Jumlahkan neptu hari dan pasaran kedua calon
- Bagi total dengan delapan, lihat sisanya
- Hasil dipakai sebagai pertimbangan, bukan larangan
Tabel Ringkasan Makna Primbon
| No | Skenario / Konteks | Makna | Pertanda |
|---|---|---|---|
| 1 | Sisa 1 – Pegat | Rawan perpisahan, perlu komunikasi ekstra | Waspada |
| 2 | Sisa 2 – Ratu | Dihormati lingkungan, rumah tangga harmonis | Baik |
| 3 | Sisa 3 – Jodoh | Cocok dan saling menerima | Baik |
| 4 | Sisa 4 – Topo | Ujian di awal, manis setelah sabar | Netral |
| 5 | Sisa 5 – Tinari | Dimudahkan rezeki | Baik |
| 6 | Sisa 6 – Padu | Sering berselisih kecil | Netral |
| 7 | Sisa 7 – Sujanan | Rawan cemburu, jaga kepercayaan | Waspada |
| 8 | Sisa 0 – Pesthi | Rukun dan langgeng | Baik |
Daftar Isi
Cara menghitung jodoh weton masih dipakai banyak keluarga Jawa sebelum lamaran, bahkan di kota besar. Hitungannya sederhana dan bisa dilakukan sendiri dengan kertas dan pulpen. Yang sering membuat bingung justru cara membaca hasilnya.
Apa itu hitungan jodoh weton?
Hitungan jodoh weton adalah cara primbon Jawa menilai kecocokan dua orang berdasarkan hari dan pasaran kelahiran mereka. Setiap hari dan pasaran memiliki nilai yang disebut neptu.
Weton sendiri adalah gabungan hari dalam seminggu (Minggu sampai Sabtu) dan pasaran Jawa yang berputar lima hari: Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon.
Tabel neptu hari dan pasaran
Neptu adalah nilai tetap yang dipakai dalam semua hitungan primbon. Berikut tabelnya:
| Hari | Neptu | Pasaran | Neptu |
|---|---|---|---|
| Minggu | 5 | Legi | 5 |
| Senin | 4 | Pahing | 9 |
| Selasa | 3 | Pon | 7 |
| Rabu | 7 | Wage | 4 |
| Kamis | 8 | Kliwon | 8 |
| Jumat | 6 | ||
| Sabtu | 9 |
Bagaimana cara menghitung jodoh weton?
Caranya adalah menjumlahkan neptu kedua weton, membaginya dengan delapan, lalu membaca sisa pembagiannya. Langkah lengkapnya:
- Cari weton masing-masing calon. Jika belum tahu, masukkan tanggal lahir di kalkulator weton.
- Hitung neptu tiap weton: neptu hari ditambah neptu pasaran.
- Jumlahkan neptu kedua calon.
- Bagi total dengan delapan dan ambil sisanya. Jika habis dibagi, sisanya 0.
- Cocokkan sisa dengan kategori di tabel ringkasan di atas.
Contoh hitungan
Andi lahir Senin Pahing (4 + 9 = 13). Sari lahir Kamis Legi (8 + 5 = 13). Totalnya 26. Dibagi delapan, hasilnya 3 sisa 2. Sisa 2 masuk kategori Ratu, yang dalam primbon dibaca sebagai pasangan yang dihormati lingkungannya.
Contoh lain: Jumat Kliwon (14) dan Selasa Pon (10). Totalnya 24, habis dibagi delapan, sehingga sisanya 0 dan masuk kategori Pesthi.
[CATATAN PENULIS: pengalaman atau pengamatan pribadi terkait topik ini]
Arti delapan kategori jodoh weton
Setiap sisa pembagian punya nama dan gambaran rumah tangga tersendiri dalam primbon Jawa. Berikut penjelasan singkatnya:
- Pegat (sisa 1): dibaca rawan perpisahan atau masalah yang datang dari luar, seperti ekonomi atau campur tangan pihak lain.
- Ratu (sisa 2): pasangan yang dihormati dan disegani lingkungan.
- Jodoh (sisa 3): saling menerima kelebihan dan kekurangan, cocok sebagai teman hidup.
- Topo (sisa 4): awal rumah tangga penuh ujian, tetapi membaik setelah sama-sama sabar.
- Tinari (sisa 5): dianggap dimudahkan dalam mencari rezeki.
- Padu (sisa 6): sering berselisih kecil, meski tidak sampai berpisah.
- Sujanan (sisa 7): rawan cemburu dan salah paham, sehingga kepercayaan perlu dijaga.
- Pesthi (sisa 0): rukun, tenteram, dan langgeng.
Kesalahan yang sering terjadi saat menghitung
Kesalahan paling umum adalah salah menentukan weton orang yang lahir malam hari. Dalam tradisi Jawa, pergantian hari dihitung sejak matahari terbenam, bukan tengah malam.
Artinya, orang yang lahir Kamis pukul delapan malam oleh sebagian keluarga dihitung sudah masuk malam Jumat. Tidak semua keluarga memakai aturan ini, jadi tanyakan kebiasaan sesepuh di keluarga Anda. Kalkulator di situs ini memakai tanggal masehi apa adanya, sehingga untuk kelahiran setelah magrib, Anda bisa mencoba menghitung dengan tanggal berikutnya sebagai pembanding.
Kesalahan lain adalah mencampur metode. Hasil dari metode bagi delapan tidak bisa dibaca dengan tabel metode lain, karena nama dan urutan kategorinya berbeda.
Bagaimana jika hasilnya Pegat atau Sujanan?
Hasil yang dianggap kurang baik tidak berarti pernikahan dilarang. Dalam praktik keluarga Jawa, hasil seperti Pegat biasanya diikuti nasihat atau laku tertentu, misalnya memilih hari pernikahan yang lebih baik atau mengadakan selamatan.
Redaksi memandang hitungan ini paling sehat dipakai sebagai bahan obrolan keluarga: kebiasaan apa yang perlu dijaga, sifat mana yang perlu saling dimaklumi. Karakter, komunikasi, dan restu orang tua tetap jauh lebih menentukan.
Ada juga metode lain dalam primbon yang memakai pembagian berbeda, misalnya dibagi empat atau sembilan. Karena itu, hasil antarsumber bisa tidak sama. Situs ini memakai metode sisa bagi delapan yang paling umum ditemui.
Tautan terkait
Cara menghitung jodoh weton memang mudah, tetapi maknanya kembali pada cara keluarga memakainya. Jadikan hasilnya pintu diskusi, bukan alasan untuk saling menghakimi.