Lahir Jumat, 10 November 1989: Weton, Zodiak, Shio, Numerologi & Tarot
10 November 1989 jatuh pada hari Jumat Pahing. Dalam kalender Jawa tanggal ini tercatat sebagai 11 Bakda Mulud 1922 (tahun Jimakir), di kalender Hijriah kira-kira 10 Rabiulakhir 1410 H, dan di kalender Imlek tanggal 13 bulan 10 tahun 2540. Orang yang lahir pada tanggal ini berweton Jumat Pahing, berzodiak Scorpio, dan bershio Ular. Jika dirangkum, zodiak, shio, dan numerologinya melukiskan pribadi yang intens, bijaksana, dan kreatif.
- Weton: Jumat Pahing, neptu 15 (Wasesa Segara)
- Zodiak: Scorpio · Shio: Ular Tanah
- Life Path: 3 (Sang Komunikator) · Tarot: The Empress
Kelahiran Jumat dikaitkan dengan ketenangan, religius, dan kemampuan menenangkan orang di sekitarnya. Pasaran Pahing melambangkan pribadi yang ambisius, teliti soal materi, dan tidak mudah menyerah.
Detail weton ›Intens, setia, dan penuh rahasia. Hari ini: Energi zodiak Scorpio hari ini cukup baik. Perasaan Anda peka hari ini; percayai firasat,…
Ramalan harian ›Bijaksana, misterius, dan intuitif.
Ramalan shio ›Kreatif, ekspresif, dan ceria.
Numerologi ›Hidupmu sedang memasuki fase subur dan hangat. Apa yang kamu rawat dengan sabar mulai tumbuh, dan kamu boleh menikmatinya.
Arti kartu ›10 November 1989 dalam kalender Jawa, Hijriah, dan Imlek
Satu hari yang sama punya nama berbeda di tiap kalender yang dipakai di Indonesia. Tabel ini merangkum posisi 10 November 1989 di kalender Masehi, Jawa, Hijriah, dan Imlek, lengkap dengan wuku dan pranata mangsanya.
| Masehi | Jumat, 10 November 1989 Hari ke-314 dari 365 hari, minggu ke-45, sisa 51 hari menuju tahun baru |
|---|---|
| Jawa | 11 Bakda Mulud 1922 Tahun Jimakir, windu Sengara, kurup Asapon |
| Hijriah | 10 Rabiulakhir 1410 H Hitungan aritmetik; tanggal resmi bisa selisih satu hari |
| Imlek | Tanggal 13 bulan 10, tahun 2540 Kongzili Tahun Ular Tanah · Kalender Imlek |
| Weton | Jumat Pahing, neptu 15 Jumat 6 + Pahing 9 |
| Pancasuda | Wasesa Segara |
| Wuku | Maktal Wuku ke-21 dari 30 |
| Pranata mangsa | Kanem (mangsa ke-6) 9 November 1989 – 21 Desember 1989, musim Labuh |
Hitungan Jawa untuk weton Jumat Pahing
Neptu weton Jumat Pahing adalah 15, hasil penjumlahan neptu hari Jumat (6) dan pasaran Pahing (9). Angka neptu inilah yang dipakai primbon untuk menghitung banyak hal, mulai dari watak sampai kecocokan jodoh.
Pancasuda Wasesa Segara
Pancasuda didapat dari sisa pembagian neptu dengan tujuh. Untuk neptu 15, hasilnya Wasesa Segara: digambarkan berwibawa dan lapang hati seperti lautan, mudah memaafkan. Sebagian keluarga Jawa masih memakai pancasuda sebagai gambaran watak, tetapi ini bacaan budaya, bukan takdir.
Wuku Maktal
Wuku adalah siklus 30 pekan yang masing-masing berumur tujuh hari, jadi satu putaran penuh berlangsung 210 hari. 10 November 1989 masuk wuku Maktal, urutan ke-21. Dalam tradisi Jawa dan Bali, wuku dipakai untuk memilih hari baik dan dipercaya ikut mewarnai watak orang yang lahir di pekan tersebut.
Kapan wetonan berikutnya?
Weton Jumat Pahing datang kembali setiap 35 hari, yaitu tujuh hari dikali lima pasaran. Banyak keluarga Jawa memperingati hari ini dengan bancakan kecil atau doa bersama. Daftar tanggalnya ada di halaman weton Jumat Pahing.
Pranata mangsa Kanem: musim saat tanggal ini
Pranata mangsa adalah kalender musim para petani Jawa yang membagi setahun menjadi 12 mangsa. 10 November 1989 masuk mangsa Kanem, yang berlangsung dari 9 November 1989 sampai 21 Desember 1989 dan termasuk musim Labuh (peralihan menuju musim hujan).
Gambaran alam yang biasa dikaitkan dengan mangsa ini: musim buah-buahan, petani menyemai benih padi. Karena iklim sekarang banyak bergeser, gambaran ini lebih tepat dibaca sebagai warisan pengetahuan petani daripada prakiraan cuaca.
