Lahir Sabtu, 13 April 1996: Weton, Zodiak, Shio, Numerologi & Tarot
13 April 1996 jatuh pada hari Sabtu Pon. Dalam kalender Jawa tanggal ini tercatat sebagai 24 Sela 1928 (tahun Be), di kalender Hijriah kira-kira 24 Zulkaidah 1416 H, dan di kalender Imlek tanggal 26 bulan 2 tahun 2547. Orang yang lahir pada tanggal ini berweton Sabtu Pon, berzodiak Aries, dan bershio Tikus. Jika dirangkum, zodiak, shio, dan numerologinya melukiskan pribadi yang berani, cerdik, dan bertanggung jawab.
- Weton: Sabtu Pon, neptu 16 (Tunggak Semi)
- Zodiak: Aries · Shio: Tikus Api
- Life Path: 6 (Sang Pengasuh) · Tarot: The Lovers
Kelahiran Sabtu dikaitkan dengan watak keras kemauan, mandiri, dan berani menghadapi tantangan. Pasaran Pon melambangkan pribadi yang percaya diri, pandai berdandan, dan disegani lingkungan.
Detail weton ›Berani, spontan, dan penuh inisiatif. Hari ini: Energi zodiak Aries hari ini butuh kehati-hatian. Energi Anda tinggi sejak pagi, jadi kerjakan…
Ramalan harian ›Cerdik, hemat, dan pandai membaca peluang.
Ramalan shio ›Bertanggung jawab, penyayang, dan protektif.
Numerologi ›Ada hubungan yang terasa selaras dan pilihan penting yang menunggu keputusanmu. Pilih yang sejalan dengan hati dan nilai dirimu.
Arti kartu ›13 April 1996 dalam kalender Jawa, Hijriah, dan Imlek
Satu hari yang sama punya nama berbeda di tiap kalender yang dipakai di Indonesia. Tabel ini merangkum posisi 13 April 1996 di kalender Masehi, Jawa, Hijriah, dan Imlek, lengkap dengan wuku dan pranata mangsanya.
| Masehi | Sabtu, 13 April 1996 Hari ke-104 dari 366 hari (tahun kabisat), minggu ke-15, sisa 262 hari menuju tahun baru |
|---|---|
| Jawa | 24 Sela 1928 Tahun Be, windu Sancaya, kurup Asapon |
| Hijriah | 24 Zulkaidah 1416 H Hitungan aritmetik; tanggal resmi bisa selisih satu hari |
| Imlek | Tanggal 26 bulan 2, tahun 2547 Kongzili Tahun Tikus Api · Kalender Imlek |
| Weton | Sabtu Pon, neptu 16 Sabtu 9 + Pon 7 |
| Pancasuda | Tunggak Semi |
| Wuku | Wugu Wuku ke-26 dari 30 |
| Pranata mangsa | Kasadasa (mangsa ke-10) 26 Maret 1996 – 18 April 1996, musim Mareng |
Hitungan Jawa untuk weton Sabtu Pon
Neptu weton Sabtu Pon adalah 16, hasil penjumlahan neptu hari Sabtu (9) dan pasaran Pon (7). Angka neptu inilah yang dipakai primbon untuk menghitung banyak hal, mulai dari watak sampai kecocokan jodoh.
Pancasuda Tunggak Semi
Pancasuda didapat dari sisa pembagian neptu dengan tujuh. Untuk neptu 16, hasilnya Tunggak Semi: diibaratkan tunggul yang bersemi lagi: rezeki dipercaya mudah tumbuh kembali setelah habis. Sebagian keluarga Jawa masih memakai pancasuda sebagai gambaran watak, tetapi ini bacaan budaya, bukan takdir.
Wuku Wugu
Wuku adalah siklus 30 pekan yang masing-masing berumur tujuh hari, jadi satu putaran penuh berlangsung 210 hari. 13 April 1996 masuk wuku Wugu, urutan ke-26. Dalam tradisi Jawa dan Bali, wuku dipakai untuk memilih hari baik dan dipercaya ikut mewarnai watak orang yang lahir di pekan tersebut.
Kapan wetonan berikutnya?
Weton Sabtu Pon datang kembali setiap 35 hari, yaitu tujuh hari dikali lima pasaran. Banyak keluarga Jawa memperingati hari ini dengan bancakan kecil atau doa bersama. Daftar tanggalnya ada di halaman weton Sabtu Pon.
Pranata mangsa Kasadasa: musim saat tanggal ini
Pranata mangsa adalah kalender musim para petani Jawa yang membagi setahun menjadi 12 mangsa. 13 April 1996 masuk mangsa Kasadasa, yang berlangsung dari 26 Maret 1996 sampai 18 April 1996 dan termasuk musim Mareng (peralihan menuju kemarau).
Gambaran alam yang biasa dikaitkan dengan mangsa ini: padi mulai menguning dan burung-burung membuat sarang. Karena iklim sekarang banyak bergeser, gambaran ini lebih tepat dibaca sebagai warisan pengetahuan petani daripada prakiraan cuaca.
Dihitung dari hari ini
Pelajari lebih dalam hasil 13 April 1996
- Watak weton Sabtu Pon dan tanggal wetonan berikutnya ›
- Sifat dan ramalan harian zodiak Aries ›
- Sifat dan ramalan harian shio Tikus ›
- Ramalan shio Tikus 2027 per elemen tahun lahir ›
- Arti Life Path Number 6 ›
- Kecocokan shio Tikus dan Monyet ›
- Kecocokan zodiak Aries dan Aquarius ›
- Hitung kecocokan jodoh menurut weton ›
