Lahir Minggu, 13 November 1994: Weton, Zodiak, Shio, Numerologi & Tarot
13 November 1994 jatuh pada hari Minggu Legi. Dalam kalender Jawa tanggal ini tercatat sebagai 9 Jumadilakir 1927 (tahun Dal), di kalender Hijriah kira-kira 9 Jumadilakhir 1415 H, dan di kalender Imlek tanggal 11 bulan 10 tahun 2545. Orang yang lahir pada tanggal ini berweton Minggu Legi, berzodiak Scorpio, dan bershio Anjing. Jika dirangkum, zodiak, shio, dan numerologinya melukiskan pribadi yang intens, setia, dan peka.
- Weton: Minggu Legi, neptu 10 (Satria Wibawa)
- Zodiak: Scorpio · Shio: Anjing Kayu
- Life Path: 2 (Sang Diplomat) · Tarot: Justice
Dalam tradisi, kelahiran Minggu dikaitkan dengan sifat tekun, percaya diri, dan suka menjadi panutan. Pasaran Legi melambangkan pribadi yang murah hati, suka menolong, dan pandai bicara.
Detail weton ›Intens, setia, dan penuh rahasia. Hari ini: Energi zodiak Scorpio hari ini butuh kehati-hatian. Perasaan Anda peka hari ini; percayai firasat,…
Ramalan harian ›Setia, adil, dan protektif.
Ramalan shio ›Peka, kooperatif, dan pembawa damai.
Numerologi ›Justice tegak bilang apa yang kamu tanam, itu yang kamu tuai. Kartu ini meminta kamu jujur, menimbang fakta dengan adil, lalu mengambil keputusan yang jelas. Kebenaran akan terlihat, cepat atau lambat.
Arti kartu ›13 November 1994 dalam kalender Jawa, Hijriah, dan Imlek
Satu hari yang sama punya nama berbeda di tiap kalender yang dipakai di Indonesia. Tabel ini merangkum posisi 13 November 1994 di kalender Masehi, Jawa, Hijriah, dan Imlek, lengkap dengan wuku dan pranata mangsanya.
| Masehi | Minggu, 13 November 1994 Hari ke-317 dari 365 hari, minggu ke-45, sisa 48 hari menuju tahun baru |
|---|---|
| Jawa | 9 Jumadilakir 1927 Tahun Dal, windu Sancaya, kurup Asapon |
| Hijriah | 9 Jumadilakhir 1415 H Hitungan aritmetik; tanggal resmi bisa selisih satu hari |
| Imlek | Tanggal 11 bulan 10, tahun 2545 Kongzili Tahun Anjing Kayu · Kalender Imlek |
| Weton | Minggu Legi, neptu 10 Minggu 5 + Legi 5 |
| Pancasuda | Satria Wibawa |
| Wuku | Langkir Wuku ke-13 dari 30 |
| Pranata mangsa | Kanem (mangsa ke-6) 9 November 1994 – 21 Desember 1994, musim Labuh |
Hitungan Jawa untuk weton Minggu Legi
Neptu weton Minggu Legi adalah 10, hasil penjumlahan neptu hari Minggu (5) dan pasaran Legi (5). Angka neptu inilah yang dipakai primbon untuk menghitung banyak hal, mulai dari watak sampai kecocokan jodoh.
Pancasuda Satria Wibawa
Pancasuda didapat dari sisa pembagian neptu dengan tujuh. Untuk neptu 10, hasilnya Satria Wibawa: digambarkan mudah dihormati dan dipercaya orang di sekitarnya. Sebagian keluarga Jawa masih memakai pancasuda sebagai gambaran watak, tetapi ini bacaan budaya, bukan takdir.
Wuku Langkir
Wuku adalah siklus 30 pekan yang masing-masing berumur tujuh hari, jadi satu putaran penuh berlangsung 210 hari. 13 November 1994 masuk wuku Langkir, urutan ke-13. Dalam tradisi Jawa dan Bali, wuku dipakai untuk memilih hari baik dan dipercaya ikut mewarnai watak orang yang lahir di pekan tersebut.
Kapan wetonan berikutnya?
Weton Minggu Legi datang kembali setiap 35 hari, yaitu tujuh hari dikali lima pasaran. Banyak keluarga Jawa memperingati hari ini dengan bancakan kecil atau doa bersama. Daftar tanggalnya ada di halaman weton Minggu Legi.
Pranata mangsa Kanem: musim saat tanggal ini
Pranata mangsa adalah kalender musim para petani Jawa yang membagi setahun menjadi 12 mangsa. 13 November 1994 masuk mangsa Kanem, yang berlangsung dari 9 November 1994 sampai 21 Desember 1994 dan termasuk musim Labuh (peralihan menuju musim hujan).
Gambaran alam yang biasa dikaitkan dengan mangsa ini: musim buah-buahan, petani menyemai benih padi. Karena iklim sekarang banyak bergeser, gambaran ini lebih tepat dibaca sebagai warisan pengetahuan petani daripada prakiraan cuaca.
