Lahir Sabtu, 13 November 1999: Weton, Zodiak, Shio, Numerologi & Tarot
13 November 1999 jatuh pada hari Sabtu Pahing. Dalam kalender Jawa tanggal ini tercatat sebagai 4 Ruwah 1932 (tahun Ehe), di kalender Hijriah kira-kira 4 Syakban 1420 H, dan di kalender Imlek tanggal 6 bulan 10 tahun 2550. Orang yang lahir pada tanggal ini berweton Sabtu Pahing, berzodiak Scorpio, dan bershio Kelinci. Jika dirangkum, zodiak, shio, dan numerologinya melukiskan pribadi yang intens, lembut, dan analitis.
- Weton: Sabtu Pahing, neptu 18 (Sumur Sinaba)
- Zodiak: Scorpio · Shio: Kelinci Tanah
- Life Path: 7 (Sang Pencari Kebenaran) · Tarot: The Chariot
Kelahiran Sabtu dikaitkan dengan watak keras kemauan, mandiri, dan berani menghadapi tantangan. Pasaran Pahing melambangkan pribadi yang ambisius, teliti soal materi, dan tidak mudah menyerah.
Detail weton ›Intens, setia, dan penuh rahasia. Hari ini: Energi zodiak Scorpio hari ini butuh kehati-hatian. Perasaan Anda peka hari ini; percayai firasat,…
Ramalan harian ›Lembut, elegan, dan penuh perhatian.
Ramalan shio ›Analitis, spiritual, dan reflektif.
Numerologi ›The Chariot tegak bilang kamu sedang di jalur yang benar, asal setir tetap kamu yang pegang. Tekad, disiplin, dan fokus bikin target yang kelihatan jauh jadi bisa dikejar. Kemenangan datang karena kamu mengendalikan diri, bukan karena keadaan selalu mulus.
Arti kartu ›13 November 1999 dalam kalender Jawa, Hijriah, dan Imlek
Satu hari yang sama punya nama berbeda di tiap kalender yang dipakai di Indonesia. Tabel ini merangkum posisi 13 November 1999 di kalender Masehi, Jawa, Hijriah, dan Imlek, lengkap dengan wuku dan pranata mangsanya.
| Masehi | Sabtu, 13 November 1999 Hari ke-317 dari 365 hari, minggu ke-45, sisa 48 hari menuju tahun baru |
|---|---|
| Jawa | 4 Ruwah 1932 Tahun Ehe, windu Adi, kurup Asapon |
| Hijriah | 4 Syakban 1420 H Hitungan aritmetik; tanggal resmi bisa selisih satu hari |
| Imlek | Tanggal 6 bulan 10, tahun 2550 Kongzili Tahun Kelinci Tanah · Kalender Imlek |
| Weton | Sabtu Pahing, neptu 18 Sabtu 9 + Pahing 9 |
| Pancasuda | Sumur Sinaba |
| Wuku | Wukir Wuku ke-3 dari 30 |
| Pranata mangsa | Kanem (mangsa ke-6) 9 November 1999 – 21 Desember 1999, musim Labuh |
Hitungan Jawa untuk weton Sabtu Pahing
Neptu weton Sabtu Pahing adalah 18, hasil penjumlahan neptu hari Sabtu (9) dan pasaran Pahing (9). Angka neptu inilah yang dipakai primbon untuk menghitung banyak hal, mulai dari watak sampai kecocokan jodoh.
Pancasuda Sumur Sinaba
Pancasuda didapat dari sisa pembagian neptu dengan tujuh. Untuk neptu 18, hasilnya Sumur Sinaba: diibaratkan sumur yang didatangi banyak orang: tempat bertanya dan berbagi ilmu. Sebagian keluarga Jawa masih memakai pancasuda sebagai gambaran watak, tetapi ini bacaan budaya, bukan takdir.
Wuku Wukir
Wuku adalah siklus 30 pekan yang masing-masing berumur tujuh hari, jadi satu putaran penuh berlangsung 210 hari. 13 November 1999 masuk wuku Wukir, urutan ke-3. Dalam tradisi Jawa dan Bali, wuku dipakai untuk memilih hari baik dan dipercaya ikut mewarnai watak orang yang lahir di pekan tersebut.
Kapan wetonan berikutnya?
Weton Sabtu Pahing datang kembali setiap 35 hari, yaitu tujuh hari dikali lima pasaran. Banyak keluarga Jawa memperingati hari ini dengan bancakan kecil atau doa bersama. Daftar tanggalnya ada di halaman weton Sabtu Pahing.
Pranata mangsa Kanem: musim saat tanggal ini
Pranata mangsa adalah kalender musim para petani Jawa yang membagi setahun menjadi 12 mangsa. 13 November 1999 masuk mangsa Kanem, yang berlangsung dari 9 November 1999 sampai 21 Desember 1999 dan termasuk musim Labuh (peralihan menuju musim hujan).
Gambaran alam yang biasa dikaitkan dengan mangsa ini: musim buah-buahan, petani menyemai benih padi. Karena iklim sekarang banyak bergeser, gambaran ini lebih tepat dibaca sebagai warisan pengetahuan petani daripada prakiraan cuaca.
