Lahir Selasa, 21 Mei 1996: Weton, Zodiak, Shio, Numerologi & Tarot
21 Mei 1996 jatuh pada hari Selasa Legi. Dalam kalender Jawa tanggal ini tercatat sebagai 3 Sura 1929 (tahun Wawu), di kalender Hijriah kira-kira 3 Muharam 1417 H, dan di kalender Imlek tanggal 5 bulan 4 tahun 2547. Orang yang lahir pada tanggal ini berweton Selasa Legi, berzodiak Gemini, dan bershio Tikus. Jika dirangkum, zodiak, shio, dan numerologinya melukiskan pribadi yang cerdas, cerdik, dan bertanggung jawab.
- Weton: Selasa Legi, neptu 8 (Wasesa Segara)
- Zodiak: Gemini · Shio: Tikus Api
- Life Path: 6 (Sang Pengasuh) · Tarot: The Lovers
Kelahiran Selasa dikaitkan dengan keberanian, tegas mengambil keputusan, dan kadang mudah tersulut emosi. Pasaran Legi melambangkan pribadi yang murah hati, suka menolong, dan pandai bicara.
Detail weton ›Cerdas, komunikatif, dan mudah beradaptasi. Hari ini: Energi zodiak Gemini hari ini sangat cerah. Keputusan terasa lebih jernih setelah Anda menuliskan…
Ramalan harian ›Cerdik, hemat, dan pandai membaca peluang.
Ramalan shio ›Bertanggung jawab, penyayang, dan protektif.
Numerologi ›Ada hubungan yang terasa selaras dan pilihan penting yang menunggu keputusanmu. Pilih yang sejalan dengan hati dan nilai dirimu.
Arti kartu ›21 Mei 1996 dalam kalender Jawa, Hijriah, dan Imlek
Satu hari yang sama punya nama berbeda di tiap kalender yang dipakai di Indonesia. Tabel ini merangkum posisi 21 Mei 1996 di kalender Masehi, Jawa, Hijriah, dan Imlek, lengkap dengan wuku dan pranata mangsanya.
| Masehi | Selasa, 21 Mei 1996 Hari ke-142 dari 366 hari (tahun kabisat), minggu ke-21, sisa 224 hari menuju tahun baru |
|---|---|
| Jawa | 3 Sura 1929 Tahun Wawu, windu Sancaya, kurup Asapon |
| Hijriah | 3 Muharam 1417 H Hitungan aritmetik; tanggal resmi bisa selisih satu hari |
| Imlek | Tanggal 5 bulan 4, tahun 2547 Kongzili Tahun Tikus Api · Kalender Imlek |
| Weton | Selasa Legi, neptu 8 Selasa 3 + Legi 5 |
| Pancasuda | Wasesa Segara |
| Wuku | Landep Wuku ke-2 dari 30 |
| Pranata mangsa | Saddha (mangsa ke-12) 12 Mei 1996 – 21 Juni 1996, musim Mareng |
Hitungan Jawa untuk weton Selasa Legi
Neptu weton Selasa Legi adalah 8, hasil penjumlahan neptu hari Selasa (3) dan pasaran Legi (5). Angka neptu inilah yang dipakai primbon untuk menghitung banyak hal, mulai dari watak sampai kecocokan jodoh.
Pancasuda Wasesa Segara
Pancasuda didapat dari sisa pembagian neptu dengan tujuh. Untuk neptu 8, hasilnya Wasesa Segara: digambarkan berwibawa dan lapang hati seperti lautan, mudah memaafkan. Sebagian keluarga Jawa masih memakai pancasuda sebagai gambaran watak, tetapi ini bacaan budaya, bukan takdir.
Wuku Landep
Wuku adalah siklus 30 pekan yang masing-masing berumur tujuh hari, jadi satu putaran penuh berlangsung 210 hari. 21 Mei 1996 masuk wuku Landep, urutan ke-2. Dalam tradisi Jawa dan Bali, wuku dipakai untuk memilih hari baik dan dipercaya ikut mewarnai watak orang yang lahir di pekan tersebut.
Kapan wetonan berikutnya?
Weton Selasa Legi datang kembali setiap 35 hari, yaitu tujuh hari dikali lima pasaran. Banyak keluarga Jawa memperingati hari ini dengan bancakan kecil atau doa bersama. Daftar tanggalnya ada di halaman weton Selasa Legi.
Pranata mangsa Saddha: musim saat tanggal ini
Pranata mangsa adalah kalender musim para petani Jawa yang membagi setahun menjadi 12 mangsa. 21 Mei 1996 masuk mangsa Saddha, yang berlangsung dari 12 Mei 1996 sampai 21 Juni 1996 dan termasuk musim Mareng (peralihan menuju kemarau).
Gambaran alam yang biasa dikaitkan dengan mangsa ini: udara pagi terasa dingin, padi dijemur dan disimpan di lumbung. Karena iklim sekarang banyak bergeser, gambaran ini lebih tepat dibaca sebagai warisan pengetahuan petani daripada prakiraan cuaca.
Dihitung dari hari ini
Pelajari lebih dalam hasil 21 Mei 1996
- Watak weton Selasa Legi dan tanggal wetonan berikutnya ›
- Sifat dan ramalan harian zodiak Gemini ›
- Sifat dan ramalan harian shio Tikus ›
- Ramalan shio Tikus 2027 per elemen tahun lahir ›
- Arti Life Path Number 6 ›
- Kecocokan shio Tikus dan Monyet ›
- Kecocokan zodiak Gemini dan Sagittarius ›
- Hitung kecocokan jodoh menurut weton ›
