Lahir Minggu, 23 Oktober 1994: Weton, Zodiak, Shio, Numerologi & Tarot
23 Oktober 1994 jatuh pada hari Minggu Kliwon. Dalam kalender Jawa tanggal ini tercatat sebagai 18 Jumadilawal 1927 (tahun Dal), di kalender Hijriah kira-kira 18 Jumadilawal 1415 H, dan di kalender Imlek tanggal 19 bulan 9 tahun 2545. Orang yang lahir pada tanggal ini berweton Minggu Kliwon, berzodiak Scorpio, dan bershio Anjing. Jika dirangkum, zodiak, shio, dan numerologinya melukiskan pribadi yang intens, setia, dan sangat intuitif.
- Weton: Minggu Kliwon, neptu 13 (Bumi Kapetak)
- Zodiak: Scorpio · Shio: Anjing Kayu
- Life Path: 11 (Master Intuisi) · Tarot: Justice
Dalam tradisi, kelahiran Minggu dikaitkan dengan sifat tekun, percaya diri, dan suka menjadi panutan. Pasaran Kliwon melambangkan pribadi yang intuitif, pandai berbicara, dan dipercaya punya kepekaan batin.
Detail weton ›Intens, setia, dan penuh rahasia. Hari ini: Energi zodiak Scorpio hari ini butuh kehati-hatian. Perasaan Anda peka hari ini; percayai firasat,…
Ramalan harian ›Setia, adil, dan protektif.
Ramalan shio ›Sangat intuitif, inspiratif, dan visioner.
Numerologi ›Justice tegak bilang apa yang kamu tanam, itu yang kamu tuai. Kartu ini meminta kamu jujur, menimbang fakta dengan adil, lalu mengambil keputusan yang jelas. Kebenaran akan terlihat, cepat atau lambat.
Arti kartu ›23 Oktober 1994 dalam kalender Jawa, Hijriah, dan Imlek
Satu hari yang sama punya nama berbeda di tiap kalender yang dipakai di Indonesia. Tabel ini merangkum posisi 23 Oktober 1994 di kalender Masehi, Jawa, Hijriah, dan Imlek, lengkap dengan wuku dan pranata mangsanya.
| Masehi | Minggu, 23 Oktober 1994 Hari ke-296 dari 365 hari, minggu ke-42, sisa 69 hari menuju tahun baru |
|---|---|
| Jawa | 18 Jumadilawal 1927 Tahun Dal, windu Sancaya, kurup Asapon |
| Hijriah | 18 Jumadilawal 1415 H Hitungan aritmetik; tanggal resmi bisa selisih satu hari |
| Imlek | Tanggal 19 bulan 9, tahun 2545 Kongzili Tahun Anjing Kayu · Kalender Imlek |
| Weton | Minggu Kliwon, neptu 13 Minggu 5 + Kliwon 8 |
| Pancasuda | Bumi Kapetak |
| Wuku | Sungsang Wuku ke-10 dari 30 |
| Pranata mangsa | Kalima (mangsa ke-5) 13 Oktober 1994 – 8 November 1994, musim Labuh |
Hitungan Jawa untuk weton Minggu Kliwon
Neptu weton Minggu Kliwon adalah 13, hasil penjumlahan neptu hari Minggu (5) dan pasaran Kliwon (8). Angka neptu inilah yang dipakai primbon untuk menghitung banyak hal, mulai dari watak sampai kecocokan jodoh.
Pancasuda Bumi Kapetak
Pancasuda didapat dari sisa pembagian neptu dengan tujuh. Untuk neptu 13, hasilnya Bumi Kapetak: digambarkan tekun, tabah, dan pekerja keras, meski cenderung menyimpan perasaan sendiri. Sebagian keluarga Jawa masih memakai pancasuda sebagai gambaran watak, tetapi ini bacaan budaya, bukan takdir.
Wuku Sungsang
Wuku adalah siklus 30 pekan yang masing-masing berumur tujuh hari, jadi satu putaran penuh berlangsung 210 hari. 23 Oktober 1994 masuk wuku Sungsang, urutan ke-10. Dalam tradisi Jawa dan Bali, wuku dipakai untuk memilih hari baik dan dipercaya ikut mewarnai watak orang yang lahir di pekan tersebut.
Kapan wetonan berikutnya?
Weton Minggu Kliwon datang kembali setiap 35 hari, yaitu tujuh hari dikali lima pasaran. Banyak keluarga Jawa memperingati hari ini dengan bancakan kecil atau doa bersama. Daftar tanggalnya ada di halaman weton Minggu Kliwon.
Pranata mangsa Kalima: musim saat tanggal ini
Pranata mangsa adalah kalender musim para petani Jawa yang membagi setahun menjadi 12 mangsa. 23 Oktober 1994 masuk mangsa Kalima, yang berlangsung dari 13 Oktober 1994 sampai 8 November 1994 dan termasuk musim Labuh (peralihan menuju musim hujan).
Gambaran alam yang biasa dikaitkan dengan mangsa ini: hujan pertama turun dan sawah mulai disiapkan. Karena iklim sekarang banyak bergeser, gambaran ini lebih tepat dibaca sebagai warisan pengetahuan petani daripada prakiraan cuaca.
