Lahir Selasa, 25 Oktober 1994: Weton, Zodiak, Shio, Numerologi & Tarot
25 Oktober 1994 jatuh pada hari Selasa Pahing. Dalam kalender Jawa tanggal ini tercatat sebagai 20 Jumadilawal 1927 (tahun Dal), di kalender Hijriah kira-kira 20 Jumadilawal 1415 H, dan di kalender Imlek tanggal 21 bulan 9 tahun 2545. Orang yang lahir pada tanggal ini berweton Selasa Pahing, berzodiak Scorpio, dan bershio Anjing. Jika dirangkum, zodiak, shio, dan numerologinya melukiskan pribadi yang intens, setia, dan disiplin.
- Weton: Selasa Pahing, neptu 12 (Satria Wirang)
- Zodiak: Scorpio · Shio: Anjing Kayu
- Life Path: 4 (Sang Pembangun) · Tarot: Death
Kelahiran Selasa dikaitkan dengan keberanian, tegas mengambil keputusan, dan kadang mudah tersulut emosi. Pasaran Pahing melambangkan pribadi yang ambisius, teliti soal materi, dan tidak mudah menyerah.
Detail weton ›Intens, setia, dan penuh rahasia. Hari ini: Energi zodiak Scorpio hari ini butuh kehati-hatian. Perasaan Anda peka hari ini; percayai firasat,…
Ramalan harian ›Setia, adil, dan protektif.
Ramalan shio ›Disiplin, praktis, dan dapat diandalkan.
Numerologi ›Death tegak bukan tentang kematian fisik, tapi tentang berakhirnya satu bab supaya bab baru bisa dimulai. Ada kebiasaan, hubungan, atau fase hidup yang sudah selesai tugasnya. Melepaskannya memberi ruang untuk transformasi.
Arti kartu ›25 Oktober 1994 dalam kalender Jawa, Hijriah, dan Imlek
Satu hari yang sama punya nama berbeda di tiap kalender yang dipakai di Indonesia. Tabel ini merangkum posisi 25 Oktober 1994 di kalender Masehi, Jawa, Hijriah, dan Imlek, lengkap dengan wuku dan pranata mangsanya.
| Masehi | Selasa, 25 Oktober 1994 Hari ke-298 dari 365 hari, minggu ke-43, sisa 67 hari menuju tahun baru |
|---|---|
| Jawa | 20 Jumadilawal 1927 Tahun Dal, windu Sancaya, kurup Asapon |
| Hijriah | 20 Jumadilawal 1415 H Hitungan aritmetik; tanggal resmi bisa selisih satu hari |
| Imlek | Tanggal 21 bulan 9, tahun 2545 Kongzili Tahun Anjing Kayu · Kalender Imlek |
| Weton | Selasa Pahing, neptu 12 Selasa 3 + Pahing 9 |
| Pancasuda | Satria Wirang |
| Wuku | Sungsang Wuku ke-10 dari 30 |
| Pranata mangsa | Kalima (mangsa ke-5) 13 Oktober 1994 – 8 November 1994, musim Labuh |
Hitungan Jawa untuk weton Selasa Pahing
Neptu weton Selasa Pahing adalah 12, hasil penjumlahan neptu hari Selasa (3) dan pasaran Pahing (9). Angka neptu inilah yang dipakai primbon untuk menghitung banyak hal, mulai dari watak sampai kecocokan jodoh.
Pancasuda Satria Wirang
Pancasuda didapat dari sisa pembagian neptu dengan tujuh. Untuk neptu 12, hasilnya Satria Wirang: digambarkan kerap diuji rasa kecewa, sehingga primbon menganjurkan sabar dan rajin prihatin. Sebagian keluarga Jawa masih memakai pancasuda sebagai gambaran watak, tetapi ini bacaan budaya, bukan takdir.
Wuku Sungsang
Wuku adalah siklus 30 pekan yang masing-masing berumur tujuh hari, jadi satu putaran penuh berlangsung 210 hari. 25 Oktober 1994 masuk wuku Sungsang, urutan ke-10. Dalam tradisi Jawa dan Bali, wuku dipakai untuk memilih hari baik dan dipercaya ikut mewarnai watak orang yang lahir di pekan tersebut.
Kapan wetonan berikutnya?
Weton Selasa Pahing datang kembali setiap 35 hari, yaitu tujuh hari dikali lima pasaran. Banyak keluarga Jawa memperingati hari ini dengan bancakan kecil atau doa bersama. Daftar tanggalnya ada di halaman weton Selasa Pahing.
Pranata mangsa Kalima: musim saat tanggal ini
Pranata mangsa adalah kalender musim para petani Jawa yang membagi setahun menjadi 12 mangsa. 25 Oktober 1994 masuk mangsa Kalima, yang berlangsung dari 13 Oktober 1994 sampai 8 November 1994 dan termasuk musim Labuh (peralihan menuju musim hujan).
Gambaran alam yang biasa dikaitkan dengan mangsa ini: hujan pertama turun dan sawah mulai disiapkan. Karena iklim sekarang banyak bergeser, gambaran ini lebih tepat dibaca sebagai warisan pengetahuan petani daripada prakiraan cuaca.
