Lahir Jumat, 27 Oktober 1989: Weton, Zodiak, Shio, Numerologi & Tarot
27 Oktober 1989 jatuh pada hari Jumat Pon. Dalam kalender Jawa tanggal ini tercatat sebagai 27 Mulud 1922 (tahun Jimakir), di kalender Hijriah kira-kira 26 Rabiulawal 1410 H, dan di kalender Imlek tanggal 28 bulan 9 tahun 2540. Orang yang lahir pada tanggal ini berweton Jumat Pon, berzodiak Scorpio, dan bershio Ular. Jika dirangkum, zodiak, shio, dan numerologinya melukiskan pribadi yang intens, bijaksana, dan mandiri.
- Weton: Jumat Pon, neptu 13 (Bumi Kapetak)
- Zodiak: Scorpio · Shio: Ular Tanah
- Life Path: 1 (Sang Pemimpin) · Tarot: Wheel of Fortune
Kelahiran Jumat dikaitkan dengan ketenangan, religius, dan kemampuan menenangkan orang di sekitarnya. Pasaran Pon melambangkan pribadi yang percaya diri, pandai berdandan, dan disegani lingkungan.
Detail weton ›Intens, setia, dan penuh rahasia. Hari ini: Energi zodiak Scorpio hari ini cukup baik. Perasaan Anda peka hari ini; percayai firasat,…
Ramalan harian ›Bijaksana, misterius, dan intuitif.
Ramalan shio ›Mandiri, pelopor, dan berani mengambil inisiatif.
Numerologi ›Wheel of Fortune tegak bilang roda hidup sedang berputar ke arahmu. Ada titik balik, kesempatan baru, atau perubahan yang datang tanpa banyak aba-aba. Kuncinya, kamu siap ikut bergerak saat momentum datang.
Arti kartu ›27 Oktober 1989 dalam kalender Jawa, Hijriah, dan Imlek
Satu hari yang sama punya nama berbeda di tiap kalender yang dipakai di Indonesia. Tabel ini merangkum posisi 27 Oktober 1989 di kalender Masehi, Jawa, Hijriah, dan Imlek, lengkap dengan wuku dan pranata mangsanya.
| Masehi | Jumat, 27 Oktober 1989 Hari ke-300 dari 365 hari, minggu ke-43, sisa 65 hari menuju tahun baru |
|---|---|
| Jawa | 27 Mulud 1922 Tahun Jimakir, windu Sengara, kurup Asapon |
| Hijriah | 26 Rabiulawal 1410 H Hitungan aritmetik; tanggal resmi bisa selisih satu hari |
| Imlek | Tanggal 28 bulan 9, tahun 2540 Kongzili Tahun Ular Tanah · Kalender Imlek |
| Weton | Jumat Pon, neptu 13 Jumat 6 + Pon 7 |
| Pancasuda | Bumi Kapetak |
| Wuku | Tambir Wuku ke-19 dari 30 |
| Pranata mangsa | Kalima (mangsa ke-5) 13 Oktober 1989 – 8 November 1989, musim Labuh |
Hitungan Jawa untuk weton Jumat Pon
Neptu weton Jumat Pon adalah 13, hasil penjumlahan neptu hari Jumat (6) dan pasaran Pon (7). Angka neptu inilah yang dipakai primbon untuk menghitung banyak hal, mulai dari watak sampai kecocokan jodoh.
Pancasuda Bumi Kapetak
Pancasuda didapat dari sisa pembagian neptu dengan tujuh. Untuk neptu 13, hasilnya Bumi Kapetak: digambarkan tekun, tabah, dan pekerja keras, meski cenderung menyimpan perasaan sendiri. Sebagian keluarga Jawa masih memakai pancasuda sebagai gambaran watak, tetapi ini bacaan budaya, bukan takdir.
Wuku Tambir
Wuku adalah siklus 30 pekan yang masing-masing berumur tujuh hari, jadi satu putaran penuh berlangsung 210 hari. 27 Oktober 1989 masuk wuku Tambir, urutan ke-19. Dalam tradisi Jawa dan Bali, wuku dipakai untuk memilih hari baik dan dipercaya ikut mewarnai watak orang yang lahir di pekan tersebut.
Kapan wetonan berikutnya?
Weton Jumat Pon datang kembali setiap 35 hari, yaitu tujuh hari dikali lima pasaran. Banyak keluarga Jawa memperingati hari ini dengan bancakan kecil atau doa bersama. Daftar tanggalnya ada di halaman weton Jumat Pon.
Pranata mangsa Kalima: musim saat tanggal ini
Pranata mangsa adalah kalender musim para petani Jawa yang membagi setahun menjadi 12 mangsa. 27 Oktober 1989 masuk mangsa Kalima, yang berlangsung dari 13 Oktober 1989 sampai 8 November 1989 dan termasuk musim Labuh (peralihan menuju musim hujan).
Gambaran alam yang biasa dikaitkan dengan mangsa ini: hujan pertama turun dan sawah mulai disiapkan. Karena iklim sekarang banyak bergeser, gambaran ini lebih tepat dibaca sebagai warisan pengetahuan petani daripada prakiraan cuaca.
