Lahir Sabtu, 5 November 1994: Weton, Zodiak, Shio, Numerologi & Tarot
5 November 1994 jatuh pada hari Sabtu Pon. Dalam kalender Jawa tanggal ini tercatat sebagai 1 Jumadilakir 1927 (tahun Dal), di kalender Hijriah kira-kira 1 Jumadilakhir 1415 H, dan di kalender Imlek tanggal 3 bulan 10 tahun 2545. Orang yang lahir pada tanggal ini berweton Sabtu Pon, berzodiak Scorpio, dan bershio Anjing. Jika dirangkum, zodiak, shio, dan numerologinya melukiskan pribadi yang intens, setia, dan kreatif.
- Weton: Sabtu Pon, neptu 16 (Tunggak Semi)
- Zodiak: Scorpio · Shio: Anjing Kayu
- Life Path: 3 (Sang Komunikator) · Tarot: The Empress
Kelahiran Sabtu dikaitkan dengan watak keras kemauan, mandiri, dan berani menghadapi tantangan. Pasaran Pon melambangkan pribadi yang percaya diri, pandai berdandan, dan disegani lingkungan.
Detail weton ›Intens, setia, dan penuh rahasia. Hari ini: Energi zodiak Scorpio hari ini butuh kehati-hatian. Perasaan Anda peka hari ini; percayai firasat,…
Ramalan harian ›Setia, adil, dan protektif.
Ramalan shio ›Kreatif, ekspresif, dan ceria.
Numerologi ›Hidupmu sedang memasuki fase subur dan hangat. Apa yang kamu rawat dengan sabar mulai tumbuh, dan kamu boleh menikmatinya.
Arti kartu ›5 November 1994 dalam kalender Jawa, Hijriah, dan Imlek
Satu hari yang sama punya nama berbeda di tiap kalender yang dipakai di Indonesia. Tabel ini merangkum posisi 5 November 1994 di kalender Masehi, Jawa, Hijriah, dan Imlek, lengkap dengan wuku dan pranata mangsanya.
| Masehi | Sabtu, 5 November 1994 Hari ke-309 dari 365 hari, minggu ke-44, sisa 56 hari menuju tahun baru |
|---|---|
| Jawa | 1 Jumadilakir 1927 Tahun Dal, windu Sancaya, kurup Asapon |
| Hijriah | 1 Jumadilakhir 1415 H Hitungan aritmetik; tanggal resmi bisa selisih satu hari |
| Imlek | Tanggal 3 bulan 10, tahun 2545 Kongzili Tahun Anjing Kayu · Kalender Imlek |
| Weton | Sabtu Pon, neptu 16 Sabtu 9 + Pon 7 |
| Pancasuda | Tunggak Semi |
| Wuku | Galungan Wuku ke-11 dari 30 |
| Pranata mangsa | Kalima (mangsa ke-5) 13 Oktober 1994 – 8 November 1994, musim Labuh |
Hitungan Jawa untuk weton Sabtu Pon
Neptu weton Sabtu Pon adalah 16, hasil penjumlahan neptu hari Sabtu (9) dan pasaran Pon (7). Angka neptu inilah yang dipakai primbon untuk menghitung banyak hal, mulai dari watak sampai kecocokan jodoh.
Pancasuda Tunggak Semi
Pancasuda didapat dari sisa pembagian neptu dengan tujuh. Untuk neptu 16, hasilnya Tunggak Semi: diibaratkan tunggul yang bersemi lagi: rezeki dipercaya mudah tumbuh kembali setelah habis. Sebagian keluarga Jawa masih memakai pancasuda sebagai gambaran watak, tetapi ini bacaan budaya, bukan takdir.
Wuku Galungan
Wuku adalah siklus 30 pekan yang masing-masing berumur tujuh hari, jadi satu putaran penuh berlangsung 210 hari. 5 November 1994 masuk wuku Galungan, urutan ke-11. Dalam tradisi Jawa dan Bali, wuku dipakai untuk memilih hari baik dan dipercaya ikut mewarnai watak orang yang lahir di pekan tersebut.
Kapan wetonan berikutnya?
Weton Sabtu Pon datang kembali setiap 35 hari, yaitu tujuh hari dikali lima pasaran. Banyak keluarga Jawa memperingati hari ini dengan bancakan kecil atau doa bersama. Daftar tanggalnya ada di halaman weton Sabtu Pon.
Pranata mangsa Kalima: musim saat tanggal ini
Pranata mangsa adalah kalender musim para petani Jawa yang membagi setahun menjadi 12 mangsa. 5 November 1994 masuk mangsa Kalima, yang berlangsung dari 13 Oktober 1994 sampai 8 November 1994 dan termasuk musim Labuh (peralihan menuju musim hujan).
Gambaran alam yang biasa dikaitkan dengan mangsa ini: hujan pertama turun dan sawah mulai disiapkan. Karena iklim sekarang banyak bergeser, gambaran ini lebih tepat dibaca sebagai warisan pengetahuan petani daripada prakiraan cuaca.
