Lahir Sabtu, 17 April 1999: Weton, Zodiak, Shio, Numerologi & Tarot
17 April 1999 jatuh pada hari Sabtu Pahing. Dalam kalender Jawa tanggal ini tercatat sebagai 1 Sura 1932 (tahun Ehe), di kalender Hijriah kira-kira 1 Muharam 1420 H, dan di kalender Imlek tanggal 2 bulan 3 tahun 2550. Orang yang lahir pada tanggal ini berweton Sabtu Pahing, berzodiak Aries, dan bershio Kelinci. Jika dirangkum, zodiak, shio, dan numerologinya melukiskan pribadi yang berani, lembut, dan disiplin.
- Weton: Sabtu Pahing, neptu 18 (Sumur Sinaba)
- Zodiak: Aries · Shio: Kelinci Tanah
- Life Path: 4 (Sang Pembangun) · Tarot: The Emperor
Kelahiran Sabtu dikaitkan dengan watak keras kemauan, mandiri, dan berani menghadapi tantangan. Pasaran Pahing melambangkan pribadi yang ambisius, teliti soal materi, dan tidak mudah menyerah.
Detail weton ›Berani, spontan, dan penuh inisiatif. Hari ini: Energi zodiak Aries hari ini butuh kehati-hatian. Antusiasme Anda menular, cocok untuk memulai sesuatu…
Ramalan harian ›Lembut, elegan, dan penuh perhatian.
Ramalan shio ›Disiplin, praktis, dan dapat diandalkan.
Numerologi ›Saatnya mengambil kendali dan membangun struktur yang kokoh. Rencana, batas, dan disiplin akan membuat hidupmu lebih stabil.
Arti kartu ›17 April 1999 dalam kalender Jawa, Hijriah, dan Imlek
Satu hari yang sama punya nama berbeda di tiap kalender yang dipakai di Indonesia. Tabel ini merangkum posisi 17 April 1999 di kalender Masehi, Jawa, Hijriah, dan Imlek, lengkap dengan wuku dan pranata mangsanya.
| Masehi | Sabtu, 17 April 1999 Hari ke-107 dari 365 hari, minggu ke-15, sisa 258 hari menuju tahun baru |
|---|---|
| Jawa | 1 Sura 1932 Tahun Ehe, windu Adi, kurup Asapon |
| Hijriah | 1 Muharam 1420 H Hitungan aritmetik; tanggal resmi bisa selisih satu hari |
| Imlek | Tanggal 2 bulan 3, tahun 2550 Kongzili Tahun Kelinci Tanah · Kalender Imlek |
| Weton | Sabtu Pahing, neptu 18 Sabtu 9 + Pahing 9 |
| Pancasuda | Sumur Sinaba |
| Wuku | Wukir Wuku ke-3 dari 30 |
| Pranata mangsa | Kasadasa (mangsa ke-10) 26 Maret 1999 – 18 April 1999, musim Mareng |
Hitungan Jawa untuk weton Sabtu Pahing
Neptu weton Sabtu Pahing adalah 18, hasil penjumlahan neptu hari Sabtu (9) dan pasaran Pahing (9). Angka neptu inilah yang dipakai primbon untuk menghitung banyak hal, mulai dari watak sampai kecocokan jodoh.
Pancasuda Sumur Sinaba
Pancasuda didapat dari sisa pembagian neptu dengan tujuh. Untuk neptu 18, hasilnya Sumur Sinaba: diibaratkan sumur yang didatangi banyak orang: tempat bertanya dan berbagi ilmu. Sebagian keluarga Jawa masih memakai pancasuda sebagai gambaran watak, tetapi ini bacaan budaya, bukan takdir.
Wuku Wukir
Wuku adalah siklus 30 pekan yang masing-masing berumur tujuh hari, jadi satu putaran penuh berlangsung 210 hari. 17 April 1999 masuk wuku Wukir, urutan ke-3. Dalam tradisi Jawa dan Bali, wuku dipakai untuk memilih hari baik dan dipercaya ikut mewarnai watak orang yang lahir di pekan tersebut.
Kapan wetonan berikutnya?
Weton Sabtu Pahing datang kembali setiap 35 hari, yaitu tujuh hari dikali lima pasaran. Banyak keluarga Jawa memperingati hari ini dengan bancakan kecil atau doa bersama. Daftar tanggalnya ada di halaman weton Sabtu Pahing.
Pranata mangsa Kasadasa: musim saat tanggal ini
Pranata mangsa adalah kalender musim para petani Jawa yang membagi setahun menjadi 12 mangsa. 17 April 1999 masuk mangsa Kasadasa, yang berlangsung dari 26 Maret 1999 sampai 18 April 1999 dan termasuk musim Mareng (peralihan menuju kemarau).
Gambaran alam yang biasa dikaitkan dengan mangsa ini: padi mulai menguning dan burung-burung membuat sarang. Karena iklim sekarang banyak bergeser, gambaran ini lebih tepat dibaca sebagai warisan pengetahuan petani daripada prakiraan cuaca.
Dihitung dari hari ini
Pelajari lebih dalam hasil 17 April 1999
- Watak weton Sabtu Pahing dan tanggal wetonan berikutnya ›
- Sifat dan ramalan harian zodiak Aries ›
- Sifat dan ramalan harian shio Kelinci ›
- Ramalan shio Kelinci 2027 per elemen tahun lahir ›
- Arti Life Path Number 4 ›
- Kecocokan shio Kelinci dan Anjing ›
- Kecocokan zodiak Aries dan Aquarius ›
- Hitung kecocokan jodoh menurut weton ›
