Lahir Kamis, 20 Oktober 1994: Weton, Zodiak, Shio, Numerologi & Tarot
20 Oktober 1994 jatuh pada hari Kamis Pahing. Dalam kalender Jawa tanggal ini tercatat sebagai 15 Jumadilawal 1927 (tahun Dal), di kalender Hijriah kira-kira 15 Jumadilawal 1415 H, dan di kalender Imlek tanggal 16 bulan 9 tahun 2545. Orang yang lahir pada tanggal ini berweton Kamis Pahing, berzodiak Libra, dan bershio Anjing. Jika dirangkum, zodiak, shio, dan numerologinya melukiskan pribadi yang diplomatis, setia, dan ambisius.
- Weton: Kamis Pahing, neptu 17 (Satria Wibawa)
- Zodiak: Libra · Shio: Anjing Kayu
- Life Path: 8 (Sang Penguasa) · Tarot: Strength
Kelahiran Kamis dikaitkan dengan wibawa, jiwa pemimpin, dan semangat besar dalam bekerja. Pasaran Pahing melambangkan pribadi yang ambisius, teliti soal materi, dan tidak mudah menyerah.
Detail weton ›Diplomatis, adil, dan menyukai harmoni. Hari ini: Energi zodiak Libra hari ini butuh kehati-hatian. Pikiran Anda sedang tajam; catat ide sebelum…
Ramalan harian ›Setia, adil, dan protektif.
Ramalan shio ›Ambisius, berorientasi hasil, dan kuat secara materi.
Numerologi ›Strength tegak bilang kekuatan terbesarmu ada di dalam: sabar, berani, dan lembut sekaligus. Kamu bisa menghadapi situasi panas tanpa ikut terbakar. Emosi tidak dibuang, tapi dijinakkan dengan kasih sayang.
Arti kartu ›20 Oktober 1994 dalam kalender Jawa, Hijriah, dan Imlek
Satu hari yang sama punya nama berbeda di tiap kalender yang dipakai di Indonesia. Tabel ini merangkum posisi 20 Oktober 1994 di kalender Masehi, Jawa, Hijriah, dan Imlek, lengkap dengan wuku dan pranata mangsanya.
| Masehi | Kamis, 20 Oktober 1994 Hari ke-293 dari 365 hari, minggu ke-42, sisa 72 hari menuju tahun baru |
|---|---|
| Jawa | 15 Jumadilawal 1927 Tahun Dal, windu Sancaya, kurup Asapon |
| Hijriah | 15 Jumadilawal 1415 H Hitungan aritmetik; tanggal resmi bisa selisih satu hari |
| Imlek | Tanggal 16 bulan 9, tahun 2545 Kongzili Tahun Anjing Kayu · Kalender Imlek |
| Weton | Kamis Pahing, neptu 17 Kamis 8 + Pahing 9 |
| Pancasuda | Satria Wibawa |
| Wuku | Julungwangi Wuku ke-9 dari 30 |
| Pranata mangsa | Kalima (mangsa ke-5) 13 Oktober 1994 – 8 November 1994, musim Labuh |
Hitungan Jawa untuk weton Kamis Pahing
Neptu weton Kamis Pahing adalah 17, hasil penjumlahan neptu hari Kamis (8) dan pasaran Pahing (9). Angka neptu inilah yang dipakai primbon untuk menghitung banyak hal, mulai dari watak sampai kecocokan jodoh.
Pancasuda Satria Wibawa
Pancasuda didapat dari sisa pembagian neptu dengan tujuh. Untuk neptu 17, hasilnya Satria Wibawa: digambarkan mudah dihormati dan dipercaya orang di sekitarnya. Sebagian keluarga Jawa masih memakai pancasuda sebagai gambaran watak, tetapi ini bacaan budaya, bukan takdir.
Wuku Julungwangi
Wuku adalah siklus 30 pekan yang masing-masing berumur tujuh hari, jadi satu putaran penuh berlangsung 210 hari. 20 Oktober 1994 masuk wuku Julungwangi, urutan ke-9. Dalam tradisi Jawa dan Bali, wuku dipakai untuk memilih hari baik dan dipercaya ikut mewarnai watak orang yang lahir di pekan tersebut.
Kapan wetonan berikutnya?
Weton Kamis Pahing datang kembali setiap 35 hari, yaitu tujuh hari dikali lima pasaran. Banyak keluarga Jawa memperingati hari ini dengan bancakan kecil atau doa bersama. Daftar tanggalnya ada di halaman weton Kamis Pahing.
Pranata mangsa Kalima: musim saat tanggal ini
Pranata mangsa adalah kalender musim para petani Jawa yang membagi setahun menjadi 12 mangsa. 20 Oktober 1994 masuk mangsa Kalima, yang berlangsung dari 13 Oktober 1994 sampai 8 November 1994 dan termasuk musim Labuh (peralihan menuju musim hujan).
Gambaran alam yang biasa dikaitkan dengan mangsa ini: hujan pertama turun dan sawah mulai disiapkan. Karena iklim sekarang banyak bergeser, gambaran ini lebih tepat dibaca sebagai warisan pengetahuan petani daripada prakiraan cuaca.
