Lahir Jumat, 21 Oktober 1994: Weton, Zodiak, Shio, Numerologi & Tarot
21 Oktober 1994 jatuh pada hari Jumat Pon. Dalam kalender Jawa tanggal ini tercatat sebagai 16 Jumadilawal 1927 (tahun Dal), di kalender Hijriah kira-kira 16 Jumadilawal 1415 H, dan di kalender Imlek tanggal 17 bulan 9 tahun 2545. Orang yang lahir pada tanggal ini berweton Jumat Pon, berzodiak Libra, dan bershio Anjing. Jika dirangkum, zodiak, shio, dan numerologinya melukiskan pribadi yang diplomatis, setia, dan murah hati.
- Weton: Jumat Pon, neptu 13 (Bumi Kapetak)
- Zodiak: Libra · Shio: Anjing Kayu
- Life Path: 9 (Sang Humanis) · Tarot: The Hermit
Kelahiran Jumat dikaitkan dengan ketenangan, religius, dan kemampuan menenangkan orang di sekitarnya. Pasaran Pon melambangkan pribadi yang percaya diri, pandai berdandan, dan disegani lingkungan.
Detail weton ›Diplomatis, adil, dan menyukai harmoni. Hari ini: Energi zodiak Libra hari ini butuh kehati-hatian. Obrolan ringan bisa membuka informasi penting, jadi…
Ramalan harian ›Setia, adil, dan protektif.
Ramalan shio ›Murah hati, idealis, dan berjiwa sosial.
Numerologi ›The Hermit tegak mengajak kamu mundur sebentar dari keramaian untuk mendengar suara hatimu sendiri. Ini waktu untuk refleksi, bukan untuk ikut-ikutan. Jawaban yang kamu cari lebih mungkin ketemu dalam sunyi.
Arti kartu ›21 Oktober 1994 dalam kalender Jawa, Hijriah, dan Imlek
Satu hari yang sama punya nama berbeda di tiap kalender yang dipakai di Indonesia. Tabel ini merangkum posisi 21 Oktober 1994 di kalender Masehi, Jawa, Hijriah, dan Imlek, lengkap dengan wuku dan pranata mangsanya.
| Masehi | Jumat, 21 Oktober 1994 Hari ke-294 dari 365 hari, minggu ke-42, sisa 71 hari menuju tahun baru |
|---|---|
| Jawa | 16 Jumadilawal 1927 Tahun Dal, windu Sancaya, kurup Asapon |
| Hijriah | 16 Jumadilawal 1415 H Hitungan aritmetik; tanggal resmi bisa selisih satu hari |
| Imlek | Tanggal 17 bulan 9, tahun 2545 Kongzili Tahun Anjing Kayu · Kalender Imlek |
| Weton | Jumat Pon, neptu 13 Jumat 6 + Pon 7 |
| Pancasuda | Bumi Kapetak |
| Wuku | Julungwangi Wuku ke-9 dari 30 |
| Pranata mangsa | Kalima (mangsa ke-5) 13 Oktober 1994 – 8 November 1994, musim Labuh |
Hitungan Jawa untuk weton Jumat Pon
Neptu weton Jumat Pon adalah 13, hasil penjumlahan neptu hari Jumat (6) dan pasaran Pon (7). Angka neptu inilah yang dipakai primbon untuk menghitung banyak hal, mulai dari watak sampai kecocokan jodoh.
Pancasuda Bumi Kapetak
Pancasuda didapat dari sisa pembagian neptu dengan tujuh. Untuk neptu 13, hasilnya Bumi Kapetak: digambarkan tekun, tabah, dan pekerja keras, meski cenderung menyimpan perasaan sendiri. Sebagian keluarga Jawa masih memakai pancasuda sebagai gambaran watak, tetapi ini bacaan budaya, bukan takdir.
Wuku Julungwangi
Wuku adalah siklus 30 pekan yang masing-masing berumur tujuh hari, jadi satu putaran penuh berlangsung 210 hari. 21 Oktober 1994 masuk wuku Julungwangi, urutan ke-9. Dalam tradisi Jawa dan Bali, wuku dipakai untuk memilih hari baik dan dipercaya ikut mewarnai watak orang yang lahir di pekan tersebut.
Kapan wetonan berikutnya?
Weton Jumat Pon datang kembali setiap 35 hari, yaitu tujuh hari dikali lima pasaran. Banyak keluarga Jawa memperingati hari ini dengan bancakan kecil atau doa bersama. Daftar tanggalnya ada di halaman weton Jumat Pon.
Pranata mangsa Kalima: musim saat tanggal ini
Pranata mangsa adalah kalender musim para petani Jawa yang membagi setahun menjadi 12 mangsa. 21 Oktober 1994 masuk mangsa Kalima, yang berlangsung dari 13 Oktober 1994 sampai 8 November 1994 dan termasuk musim Labuh (peralihan menuju musim hujan).
Gambaran alam yang biasa dikaitkan dengan mangsa ini: hujan pertama turun dan sawah mulai disiapkan. Karena iklim sekarang banyak bergeser, gambaran ini lebih tepat dibaca sebagai warisan pengetahuan petani daripada prakiraan cuaca.
