Lahir Sabtu, 23 Oktober 1999: Weton, Zodiak, Shio, Numerologi & Tarot
23 Oktober 1999 jatuh pada hari Sabtu Legi. Dalam kalender Jawa tanggal ini tercatat sebagai 13 Rejeb 1932 (tahun Ehe), di kalender Hijriah kira-kira 13 Rajab 1420 H, dan di kalender Imlek tanggal 15 bulan 9 tahun 2550. Orang yang lahir pada tanggal ini berweton Sabtu Legi, berzodiak Scorpio, dan bershio Kelinci. Jika dirangkum, zodiak, shio, dan numerologinya melukiskan pribadi yang intens, lembut, dan analitis.
- Weton: Sabtu Legi, neptu 14 (Lebu Katiup Angin)
- Zodiak: Scorpio · Shio: Kelinci Tanah
- Life Path: 7 (Sang Pencari Kebenaran) · Tarot: The Chariot
Kelahiran Sabtu dikaitkan dengan watak keras kemauan, mandiri, dan berani menghadapi tantangan. Pasaran Legi melambangkan pribadi yang murah hati, suka menolong, dan pandai bicara.
Detail weton ›Intens, setia, dan penuh rahasia. Hari ini: Energi zodiak Scorpio hari ini butuh kehati-hatian. Perasaan Anda peka hari ini; percayai firasat,…
Ramalan harian ›Lembut, elegan, dan penuh perhatian.
Ramalan shio ›Analitis, spiritual, dan reflektif.
Numerologi ›The Chariot tegak bilang kamu sedang di jalur yang benar, asal setir tetap kamu yang pegang. Tekad, disiplin, dan fokus bikin target yang kelihatan jauh jadi bisa dikejar. Kemenangan datang karena kamu mengendalikan diri, bukan karena keadaan selalu mulus.
Arti kartu ›23 Oktober 1999 dalam kalender Jawa, Hijriah, dan Imlek
Satu hari yang sama punya nama berbeda di tiap kalender yang dipakai di Indonesia. Tabel ini merangkum posisi 23 Oktober 1999 di kalender Masehi, Jawa, Hijriah, dan Imlek, lengkap dengan wuku dan pranata mangsanya.
| Masehi | Sabtu, 23 Oktober 1999 Hari ke-296 dari 365 hari, minggu ke-42, sisa 69 hari menuju tahun baru |
|---|---|
| Jawa | 13 Rejeb 1932 Tahun Ehe, windu Adi, kurup Asapon |
| Hijriah | 13 Rajab 1420 H Hitungan aritmetik; tanggal resmi bisa selisih satu hari |
| Imlek | Tanggal 15 bulan 9, tahun 2550 Kongzili Tahun Kelinci Tanah · Kalender Imlek |
| Weton | Sabtu Legi, neptu 14 Sabtu 9 + Legi 5 |
| Pancasuda | Lebu Katiup Angin |
| Wuku | Watugunung Wuku ke-30 dari 30 |
| Pranata mangsa | Kalima (mangsa ke-5) 13 Oktober 1999 – 8 November 1999, musim Labuh |
Hitungan Jawa untuk weton Sabtu Legi
Neptu weton Sabtu Legi adalah 14, hasil penjumlahan neptu hari Sabtu (9) dan pasaran Legi (5). Angka neptu inilah yang dipakai primbon untuk menghitung banyak hal, mulai dari watak sampai kecocokan jodoh.
Pancasuda Lebu Katiup Angin
Pancasuda didapat dari sisa pembagian neptu dengan tujuh. Untuk neptu 14, hasilnya Lebu Katiup Angin: diibaratkan debu tertiup angin: cita-citanya tinggi, tetapi rencananya mudah berpindah-pindah. Sebagian keluarga Jawa masih memakai pancasuda sebagai gambaran watak, tetapi ini bacaan budaya, bukan takdir.
Wuku Watugunung
Wuku adalah siklus 30 pekan yang masing-masing berumur tujuh hari, jadi satu putaran penuh berlangsung 210 hari. 23 Oktober 1999 masuk wuku Watugunung, urutan ke-30. Dalam tradisi Jawa dan Bali, wuku dipakai untuk memilih hari baik dan dipercaya ikut mewarnai watak orang yang lahir di pekan tersebut.
Kapan wetonan berikutnya?
Weton Sabtu Legi datang kembali setiap 35 hari, yaitu tujuh hari dikali lima pasaran. Banyak keluarga Jawa memperingati hari ini dengan bancakan kecil atau doa bersama. Daftar tanggalnya ada di halaman weton Sabtu Legi.
Pranata mangsa Kalima: musim saat tanggal ini
Pranata mangsa adalah kalender musim para petani Jawa yang membagi setahun menjadi 12 mangsa. 23 Oktober 1999 masuk mangsa Kalima, yang berlangsung dari 13 Oktober 1999 sampai 8 November 1999 dan termasuk musim Labuh (peralihan menuju musim hujan).
Gambaran alam yang biasa dikaitkan dengan mangsa ini: hujan pertama turun dan sawah mulai disiapkan. Karena iklim sekarang banyak bergeser, gambaran ini lebih tepat dibaca sebagai warisan pengetahuan petani daripada prakiraan cuaca.
