Lahir Minggu, 24 Oktober 1999: Weton, Zodiak, Shio, Numerologi & Tarot
24 Oktober 1999 jatuh pada hari Minggu Pahing. Dalam kalender Jawa tanggal ini tercatat sebagai 14 Rejeb 1932 (tahun Ehe), di kalender Hijriah kira-kira 14 Rajab 1420 H, dan di kalender Imlek tanggal 16 bulan 9 tahun 2550. Orang yang lahir pada tanggal ini berweton Minggu Pahing, berzodiak Scorpio, dan bershio Kelinci. Jika dirangkum, zodiak, shio, dan numerologinya melukiskan pribadi yang intens, lembut, dan ambisius.
- Weton: Minggu Pahing, neptu 14 (Lebu Katiup Angin)
- Zodiak: Scorpio · Shio: Kelinci Tanah
- Life Path: 8 (Sang Penguasa) · Tarot: Strength
Dalam tradisi, kelahiran Minggu dikaitkan dengan sifat tekun, percaya diri, dan suka menjadi panutan. Pasaran Pahing melambangkan pribadi yang ambisius, teliti soal materi, dan tidak mudah menyerah.
Detail weton ›Intens, setia, dan penuh rahasia. Hari ini: Energi zodiak Scorpio hari ini butuh kehati-hatian. Perasaan Anda peka hari ini; percayai firasat,…
Ramalan harian ›Lembut, elegan, dan penuh perhatian.
Ramalan shio ›Ambisius, berorientasi hasil, dan kuat secara materi.
Numerologi ›Strength tegak bilang kekuatan terbesarmu ada di dalam: sabar, berani, dan lembut sekaligus. Kamu bisa menghadapi situasi panas tanpa ikut terbakar. Emosi tidak dibuang, tapi dijinakkan dengan kasih sayang.
Arti kartu ›24 Oktober 1999 dalam kalender Jawa, Hijriah, dan Imlek
Satu hari yang sama punya nama berbeda di tiap kalender yang dipakai di Indonesia. Tabel ini merangkum posisi 24 Oktober 1999 di kalender Masehi, Jawa, Hijriah, dan Imlek, lengkap dengan wuku dan pranata mangsanya.
| Masehi | Minggu, 24 Oktober 1999 Hari ke-297 dari 365 hari, minggu ke-42, sisa 68 hari menuju tahun baru |
|---|---|
| Jawa | 14 Rejeb 1932 Tahun Ehe, windu Adi, kurup Asapon |
| Hijriah | 14 Rajab 1420 H Hitungan aritmetik; tanggal resmi bisa selisih satu hari |
| Imlek | Tanggal 16 bulan 9, tahun 2550 Kongzili Tahun Kelinci Tanah · Kalender Imlek |
| Weton | Minggu Pahing, neptu 14 Minggu 5 + Pahing 9 |
| Pancasuda | Lebu Katiup Angin |
| Wuku | Sinta Wuku ke-1 dari 30 |
| Pranata mangsa | Kalima (mangsa ke-5) 13 Oktober 1999 – 8 November 1999, musim Labuh |
Hitungan Jawa untuk weton Minggu Pahing
Neptu weton Minggu Pahing adalah 14, hasil penjumlahan neptu hari Minggu (5) dan pasaran Pahing (9). Angka neptu inilah yang dipakai primbon untuk menghitung banyak hal, mulai dari watak sampai kecocokan jodoh.
Pancasuda Lebu Katiup Angin
Pancasuda didapat dari sisa pembagian neptu dengan tujuh. Untuk neptu 14, hasilnya Lebu Katiup Angin: diibaratkan debu tertiup angin: cita-citanya tinggi, tetapi rencananya mudah berpindah-pindah. Sebagian keluarga Jawa masih memakai pancasuda sebagai gambaran watak, tetapi ini bacaan budaya, bukan takdir.
Wuku Sinta
Wuku adalah siklus 30 pekan yang masing-masing berumur tujuh hari, jadi satu putaran penuh berlangsung 210 hari. 24 Oktober 1999 masuk wuku Sinta, urutan ke-1. Dalam tradisi Jawa dan Bali, wuku dipakai untuk memilih hari baik dan dipercaya ikut mewarnai watak orang yang lahir di pekan tersebut.
Kapan wetonan berikutnya?
Weton Minggu Pahing datang kembali setiap 35 hari, yaitu tujuh hari dikali lima pasaran. Banyak keluarga Jawa memperingati hari ini dengan bancakan kecil atau doa bersama. Daftar tanggalnya ada di halaman weton Minggu Pahing.
Pranata mangsa Kalima: musim saat tanggal ini
Pranata mangsa adalah kalender musim para petani Jawa yang membagi setahun menjadi 12 mangsa. 24 Oktober 1999 masuk mangsa Kalima, yang berlangsung dari 13 Oktober 1999 sampai 8 November 1999 dan termasuk musim Labuh (peralihan menuju musim hujan).
Gambaran alam yang biasa dikaitkan dengan mangsa ini: hujan pertama turun dan sawah mulai disiapkan. Karena iklim sekarang banyak bergeser, gambaran ini lebih tepat dibaca sebagai warisan pengetahuan petani daripada prakiraan cuaca.
